Ancaman terhadap pembela lingkungan tersebar di seluruh pulau besar di Indonesia. Berdasarkan dokumentasi Auriga, sepanjang tahun 2014 hingga 2025 tercatat sebanyak 193 kasus dengan total pembela lingkungan yang menjadi korban sebanyak 1101 individu. Kasus terbanyak terjadi Sumatera dengan 51 kasus, di Jawa sebanyak 51 kasus, di Sulawesi sebanyak 30 kasus, di Kalimantan sebanyak 29 kasus, Bali dan Nusa Tenggara tercatat 20 kasus, Kepulauan Maluku sebanyak 8 kasus, dan di Tanah Papua sebanyak 4 kasus.
Ancaman ini hampir terjadi di seluruh provinsi di Indonesia. Beberapa provinsi dengan jumlah kasus tertinggi antara lain: Sumatera Utara 20 kasus; Jawa Tengah 16 kasus; Nusa Tenggara Timur 15 kasus; Jawa Barat dan Jawa Timur (masing-masing 12 kasus), Kalimantan Tengah 11 kasus; DKI Jakarta 10 kasus; Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara (masing-masing 9 kasus); Kalimatan Timur 8 kasus; Sulawesi Tenggara 7 kasus; Bengkulu dan Maluku Utara (masing-masing 6 kasus); Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau (masing-masing 5 kasus); Jambi, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat (masing-masing 4 kasus); Aceh 3 kasus; Maluku, Papua, Papua Barat, dan Riau (masing-masing 2 kasus); dan Bali, Banten, Sulawesi Barat, dan Sumatera Selatan ( masing-masing 1 kasus).