Ancaman terhadap pembela lingkungan tersebar di seluruh pulau besar di Indonesia. Berdasarkan dokumentasi Auriga, sepanjang tahun 2014 hingga (9 Desember) 2025 tercatat sebanyak 189 kasus dengan total pembela lingkungan yang menjadi korban sebanyak 1090 individu. Kasus terbanyak terjadi Sumatera dengan 51 kasus, di Jawa sebanyak 49 kasus, di Sulawesi sebanyak 31 kasus, di Kalimantan sebanyak 27 kasus, Bali dan Nusa Tenggara tercatat 20 kasus, Kepulauan Maluku sebanyak 8 kasus, dan di Tanah Papua sebanyak 3 kasus.
Ancaman ini hampir terjadi di seluruh provinsi di Indonesia. Beberapa provinsi dengan jumlah kasus tertinggi antara lain Sumatera Utara 20 kasus; Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur (masing-masing 15 kasus); Jawa Timur 12 kasus, Jawa Barat dan Kalimantan Tengah (masing-masing 11 kasus), DKI Jakarta dan Sulawesi Tengah (masing-masing 10 kasus), Sulawesi Utara 9 kasus, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tenggara (masing-masing 7 kasus), Bengkulu dan Maluku Utara (masing-masing 6 kasus), Kalimantan Selatan, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau (masing-masing 5 kasus), Jambi, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat (masing-masing 4 kasus), Aceh 3 kasus, Maluku, Papua Barat, dan Riau (masing-masing 2 kasus), Banten, Lampung, Papua, Sulawesi Barat, dan Sumatera Selatan (masing-masing 1 kasus)