ENVIRONMENTAL
DEFENDER CASES

Sebaran ancaman terhadap pembela lingkungan 2014 - Mei 2022

Ancaman terhadap pembela lingkungan tersebar di seluruh pulau besar Indonesia sejak 2014. Dari total 88 kasus yang terdokumentasi, terbanyak terjadi Jawa-Bali (27 kasus), disusul Sumatera (20 kasus), Kalimantan (15 kasus), Sulawesi (15 kasus), Nusa Tenggara (10 kasus), Maluku (1 kasus), dan Tanah Papua (2 kasus).

Ancaman terhadap pembela lingkungan terjadi di 26 (dari 34) provinsi di Indonesia. Kasus terbanyak terjadi di Provinsi Sumatera Utara dan Jawa Tengah sebanyak 8 kasus; dan Jawa Timur 7 kasus; kemudian Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Timur masing-masing 6 kasus; lalu DKI Jakarta, Jawa Barat,Sulawesi Tenggara masing-masing 5 kasus; Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara masing-masing sebanyak 4 kasus; menyusul Jambi, Kalimantan Barat dan Bengkulu masing-masing 3 kasus; serta , Kepulauan Bangka Belitung, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan masing-masing 2 kasus; sementara itu Aceh, Bali, Yogyakarta, Maluku, Papua Barat, Papua dan Sumatera Barat, masing-masing 1 kasus.

Jumlah ancaman terhadap pembela lingkungan 2014 - Mei 2022

Tahun 2014 dan 2015 ancaman terhadap pembela lingkungan hidup sebesar 5 kasus, lalu menurun pada tahun 2016 hanya tercatat 2 kasus, namun pada tahun 2017 meningkat drastis menjadi 14 kasus. Tahun 2018 kembali menurun hanya 4 kasus, dan meningkat lagi pada tahun 2019 sebanyak 8 kasus. selanjutnya tahun 2020 tercatat 13 kasus ancaman terhadap pembela lingkungan. Pada tahun 2021 terjadi peningkatan tajam kasus sebanyak 26 kasus, dan hingga Mei 2022 tercatat sebanyak 11 kasus.

Ancaman terhadap pembela lingkungan berdasar sektor 2014 - Mei 2022

Lebih dari separuh (40 dari 88) kasus ancaman terhadap pembela lingkungan terjadi pada sektor tambang & energi. Pengembangan perkebunan menjadi penyumbang kedua terbesar ancaman terhadap pembela lingkungan (22 kasus), menyusul pencemaran lingkungan (13 kasus), kehutanan (11 kasus), dan kelautan (1 kasus).

Jenis ancaman terhadap pembela lingkungan 2014 - Mei 2022

53 kasus ancaman terhadap pembela lingkungan terjadi dalam bentuk kriminalisasi. Jenis ancaman terbanyak setelahnya berupa ancaman fisik (15 kasus), intimidasi (7 kasus), pembunuhan (6 kasus), pembakaran rumah (1 kasus) dan gugatan hukum (1 kasus).

Ancaman terhadap pembela lingkungan juga menimpa indonesianis warga asing. Warga Perancis peneliti ekologi David Gaveau yang beristri warga Indonesia dideportasi pada awal 2020 setelah menulis hasil penelitiannya mengenai kebakaran hutan dan lahan, sedang jurnalis Mongabay warga Amerika Serikat Phil Jacobson yang banyak menulis korupsi deforestasi ditahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Januari 2020.

Pada bulan Oktober 2021, terjadi satu kasus pembunuhan terhadap environmental defender yang berprofesi sebagai advokat yaitu Jurkani. Ia menerima serangan brutal berupa pembacokan oleh segerombolan orang di konsesi IUP PT Anzawara, Desa Bunati, kec. Angsana Kalsesl. Sebelum pembunuhan terjadi Jurkani sedang melakukan advokasi kasus tambang ilegal di tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.